Seorang pria berusia 30 tahun dilaporkan kritis setelah lehernya tersayat benang layangan berlapis kaca, yang populer disebut ‘Chinese manjha’, di kawasan Tughlakabad, New Delhi. Insiden itu menambah daftar panjang korban akibat penggunaan benang berbahaya tersebut, yang sebenarnya sudah dilarang di berbagai wilayah India.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, korban yang diketahui bernama Rohit (30) sedang mengendarai sepeda motor melintasi jalan utama dekat Tughlakabad pada Minggu sore. Tiba-tiba, seutas benang layangan yang terentang di udara mengenai lehernya. Akibatnya, Rohit terjatuh dari motornya dan mengalami luka sayatan parah di bagian leher.
Warga sekitar segera menolong dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Hingga berita ini ditulis, kondisi Rohit masih dilaporkan kritis dan dalam penanganan intensif tim medis.
Bahaya ‘Chinese Manjha’
‘Chinese manjha’ adalah benang layangan yang dilapisi serbuk kaca atau logam agar lebih tajam dan kuat. Meski digemari oleh sebagian pemain layangan karena dianggap mampu memutus benang lawan, jenis benang ini sangat berbahaya bagi manusia maupun hewan. Banyak kasus kecelakaan lalu lintas, cedera, bahkan kematian akibat benang ini yang melintang di jalan.
Selain itu, keberadaannya juga membahayakan burung, yang sering terjerat atau terluka parah saat terbang menabrak benang tajam tersebut.
Larangan dan Tanggung Jawab
Pemerintah India sebenarnya sudah melarang produksi, penjualan, serta penggunaan ‘Chinese manjha’. Namun, lemahnya pengawasan membuat barang ini masih beredar di pasaran secara ilegal. Pihak kepolisian setempat menyatakan akan melakukan penyelidikan terkait asal benang yang menyebabkan insiden ini, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan benang berlapis kaca maupun logam.
Seruan Kesadaran
Insiden di Tughlakabad ini kembali menyoroti urgensi penegakan hukum dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya layangan dengan benang berlapis kaca. Aktivis lingkungan dan kelompok pecinta hewan juga menyerukan agar masyarakat beralih menggunakan benang katun tradisional yang lebih ramah dan aman.

